5 Tahun Menjadi Ibu


Its Juli 3rd, hari ketiga dari event JuliNgeblog dan juga hari yang istimewa di rumahku karena hari ini adalah hari ulang tahun yang ke 5 untuk anakku Laura. Laura yang lahir di tahun 2011 dengan operasi sectio ceasar kini sudah menjadi anak yang aktif dan sehat. Thank God for that bless.

Lima tahun menjadi seorang ibu adalah perjalanan yang penuh cinta dan juga ada air mata serta perjuangan yang menyertai.

Apalagi tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua, aku termasuk ibu yang banyak belajar dari internet terutama Twitter karena di situ aku bisa bertemu dan berinteraksi secara maya dengan dokter anak, psikolog anak dan berbagai macam akun yang berhubunan dengan tumbuh kembang anak. Juga menyadarkanku bahwa aku tidak sendirian menghadapi tantangan dalam merawat anakku. 

Tantangan ditiap usia sangatlah berbeda. D iumur 0-12 bulan tantangannya buatku adalah cara memberi makan, sebagai seorang perempuan yang tidak suka ribet dalam memasak aku berusaha sebisa mungkin tidak memberikan makanan bayi instan. Mungkin makanannya tidak sevariatif orang lain tapi aku berusaha apa yang aku buat mencukupi kebutuhan gizinya.

Umur 1-2 tahun yang menjadi perhatianku adalah tumbuh kembangnya terutama kemampuannya berjalan dan berbicara. Karena ada riwayat speach delay dari keluarga suami aku jadi sering menstimulasi dia dengan mengajaknya berbicara dan memintanya untuk mengulangi beberapa kata. Berjalan aku perhatikan karena dia saat lahir diketahui mempunyai kelainan di telapak kaki kanan yang syukurnya dengan fisioterapi dapat dikoreksi, aku memperhatikan agar mengetahui bahwa kelainannya sudah tidak ada lagi. 

2-3 tahun aku melatih kemampuannya berinteraksi dengan teman sebayanya. Dia pernah menjadi anak yang sangat agresif sampai sampai ada tetangga yang tidak memperbolehkan anaknya bermain dengan Laura. Di usia ini aku belajar menjadi ibu yang konsisten tiap kali dia mau main diluar aku membuat perjanjian yaitu jika dia main namun berkelahi dan menyakiti temannya maka akan lsg masuk kedalam rumah. Untunglah apa yang aku terapkan itu berhasil, jujur aku merasa bangga saat tetangga yang melarang anaknya bermain dengan anakku bilang sekarang dia tidak agresif lgi

Umur 3-4 tahun lebih seru lagi tantangan buatku yaitu memberi tahu bahwa tidak semua keinginannya bisa terwujud. Tahap ini lumayan berar karena diusia ini dia sudah memiliki argumen sendiri yang kadang dia berusaha mengatur ortunya. 

4-5 tahun dia sudah belajar mencari celah dari omonganku, dan di usia ini dia juga mulai berbohong. Ini salah satu tantangan berat untuk mengajarkan bahwa berbohong itu bisa merugikan dirinya sendiri.

Semuanya bisa aku hadapi dengan banyak belajar di dunia maya terutama sosial media yang jika digunakan dengan baik akan mendatangkan kebaikan.

Mempunyai anak yang aktif selain bersyukur aku juga kadang merasa lelah mengikutinya. Dia sangat suka kegiatan out door seperti bersepeda.Seperti anak kecil kebanyakan dia sangat suka sekali membuat rumah berantakan dengan mainannya. Rumah selalu riuh dengan suara nyanyian atau ocehannya, kalau dia sedang pergi dengan mbahnya terasa sekali ada yang hilang.

Aku bersyukur selama lima tahun ini Laura dikelilingi oleh orang orang yang sangat menyayanginya dan sangat menolong diriku.

Semoga panjang umur dan selalu berbahagia nak. Doa mama selalu menyertaimu. I Love You with all my heart. 

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s